Kompetensi Armada Angkutan Umum

Fanny Wiriaatmadja

mm-640

Pengamatan terhadap armada Kopaja 640 sepanjang pagi ini, dari Karet menuju Thamrin.

Supir terlihat mengobrol santai dengan keneknya yang berdiri di tepi pintu. “Pelanin dikit Bang, kereta masih 10 menitan lagi!” kata keneknya. Si Abang mengangguk sepintas, matanya memicing memperhatikan jalanan yang entah kenapa agak lengang pagi ini. Mereka harus tiba dengan presisi tingkat tinggi sesuai waktu tiba kereta supaya bisa mendapatkan banyak penumpang.

Sambil mengobrol, si kenek mengumpulkan duit dari penumpang. Hei, dia langsung melewatiku tanpa menagih. Sepertinya dia ingat bahwa aku sudah membayar tadi. Hebat juga ingatannya.. Kemudian di tepi pintu si kenek menghitung duit sambil tetap mengobrol, plus sesekali menatap jalanan. Goncangan dan belokan tajam dari Kopaja sama sekali tidak mempengaruhi kemantapan posisi berdirinya.

Setelah beberapa saat, si supir berseru, “Wah ga bisa Jo, kita bakal tetap kepagian ke stasiun!” Si Bejo berpikir sejenak, kemudian dengan sigap membalas, “Kalau begitu putar balik Bang!! Putar, putar!!” Dan dalam…

View original post 642 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s