MEMBINA DIRI

Inilah 8 kalimat kebenaran ala aktor laga kungfu Jet Li :

1. Jangan memandang tekanan sebagai motivasi, merusak badan, melelahkan diri sendiri.
– Benar-benar bodoh!

2. Jangan lupa bagaimanapun badan adalah modal, jika tidak sehat, tidak mampu menikmati kesenangan hidup.
– Benar-benar rugi!

3. Jangan membesar-besarkan ketenaran, setelah berlalu akhirnya hanya seperti awan dan asap.
– Benar-benar realita!

4. Jangan mengira bahwa yang menolong nyawa manusia adalah dokter, sebenarnya adalah kita sendiri, lebih baik merawat diri daripada mengobati.
– Benar-benar betul!

5. Jangan mengira memberi selalu ada imbalannya, segalanya tidak memperhitungkan imbalan, baru dapat benar2 mewujudkan membalas kejahatan dengan kebaikan.
– Benar-benar manjur!

6. Jangan mengira pejabat lebih kuat dari rakyat biasa, pejabat pasti ada saatnya pensiun, pada akhirnya pun akan menjadi rakyat biasa.
– Benar-benar tepat!

7. Jangan meremehkan orang yang berjodoh denganmu, ketika segala kemakmuran berlalu, baru kamu mengerti banyak orang akan meninggalkanmu, sahabat karib sulit ditemui.
– Benar-benar menyesal!

8. Jangan merasa sapaan adalah gangguan, orang yang sering menyapamu di dalam hatinya pasti sering memikirkanmu.
– Benar-benar kejujuran!

Selamat sore…
10449967_794697193896603_3725124424892065391_n

Advertisements

AYO BUNG REBUT KEMBALI ! #INDONESIADAMAI

200px-Bung_Tomo

pidato Bung Tomo

Suhu politik di Indonesia menjelang #Pilpres2014 semakin meninggi. Persaingan dalam merebut simpati dan hati rakyat pemilih pun gencar dilakukan, baik melalui media penyiaran maupun lewat gerakan langsung turun ke jalan. Masyarakat luas setiap hari disuguhkan permainan politik yang kadang dimainkan dengan halus sampaiyang dimainkan dengan kasar dan melampaui asas penyampaian informasi yang dianut sistem pers dimana pun di dunia ini. Selingan dari riuh rendahnya “orkestra” politik ini, banyak nama-nama “petualang” politik yang ikut meramaikan pesta demokrasi 5 tahun an ini. Para “petualang” politik ini ada yang dengan terang-terang an memihak salah satu #Capres dan ada pula yang bermain di balik layar; pun tak kurang yang menunggu dan berusaha ” memancing di air keruh”. Tak heran makin banyak nya deklarasi dukungan maupun penolakan turut tercium di dalam nya aroma berbagai kepentingan yang saling berebut “potongan kue” terbesar. Masyarakat luas pun ikut terusik “emosi” nya; dan jiwa politik mereka pun muncul bak sedang di era perjuangan ’45 dahulu. Dengan semangat berkobar dan dada di busungkan menantang “lawan” politik  yang berseberangan jalan. Padahal siapa “musuh” sebenarnya bangsa ini? KEBODOHAN , KEMISKINAN,KORUPSI , NARKOBA, dan masih banyak lagi musuh besar bangsa ini yang belum terbongkar kedok nya yang selama ini dibungkus dengan polesan “bedak” nan sempurna dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab hanya demi keuntungan pribadi semata.

Para Bapak pendiri Bangsa  seandainya mereka hadir dan dapat merasakan hawa panas dari  suhu perpolitikan dan hiruk pikuknya “orkestra ” ini , niscaya mereka akan takjub. Pertama, mereka bangga bahwa semakin banyak masyarakat di negeri ini yang sudah melek mata politik nya, demokrasi yang di dewa-dewakan sudah merasuk ke segenap penjuru negri. Kedua, mereka takjub, betapa masih BUTA nya mata hati para pemain politik, tokoh masyarakat, hingga masyarakat akar rumput. Musuh mu yang utama adalah ketidakpedulian pada nasib bangsa mu, pada lingkungan di sekitarmu, pada keluarga mu, bahkan pada dirimu sendiri. Sudahkah Anda, saya, kita semua peduli dengan hidup kita masing-masing. Hiduplah dengan penuh tanggung jawab pada diri sendiri, Anda semua adalah pemain “orkestra” yang unggul,atau setidak nya walau pun Anda adalah pemula, mulailah dengan sesuatu yang baik dengan tekun. Sebuah orkestra yang pemain nya setingkat maestro pun akan sia-sia, karena orkestra adalah perpaduan sempurna dari berbagai permainan alat musik yang teratur dan terkoordinasi. Itulah letak dan gunanya pemimpin orkestra, ia akan menunjuk orang-orang yang tepat untuk posisi nya dan untuk itu ia pun mau dan rela memperhatikan dimana pemain-pemain terbaik itu  tanpa membeda-bedakan dimana “sekolah” politik mereka berasal.

INDONESIA PERNAH JAYA! BERATUS TAHUN LALU INDONESIA TELAH MENGUASAI LAUTAN,DARATAN,ANGKASA RAYA!

AYO BUNG REBUT KEMBALI !

UNTUK INDONESIA JAYA ! 100 TAHUN, 1000 TAHUN,  SELAMANYA!

BERIKUT  KISAH YANG MENGUSIK HATI YANG MENGINSPIRASI SAYA DAN ANDA SEMUA.

== Kisah Inspiratif ==
Harmony

Seorang bapak yg tinggal didesa, suatu hari diajak oleh anaknya untuk tinggal di rumah anaknya di kota. Itu adalah kali pertamanya si bapak menginjakkan kaki di kota setelah sekian lama terus menerus bekerja sebagai petani demi keluarga.
Suatu hari dia diajak jalan-jalan oleh anaknya di sekitar kompleks rumah. Kemudian bapak itu mendengar suatu suara yg menyakitkan telinga… nadanya kecil tinggi dan aneh… Penasaran, dihampirilah sumber suara itu. Tampak seorang gadis kecil sedang memainkan suatu alat. ” Alat apa itu nak ?” “Itu biola ayah.” Sambil mengangguk-angguk bapak tua mengerti bahwa biola adalah suatu alat yg memekakkan telinga dan jelek.

Selang dua hari, di suatu senja bapak tua itu sedang duduk di teras rumah sambil menanti anaknya pulang bekerja. Sayup-sayup dia mendengar suatu suara yg indah dan merdu. Penasaran dia menghampiri sumber suara itu… Tampaklah seorang pria muda memainkan biola dengan indah… ternyata pria itu seorang maestro biola. Sambil mengangguk-angguk  taulah bapak itu bahwa ternyata biola jika berada di tangan yg tepat… sungguh merdu suaranya…

Selang beberapa hari kemudian di suatu mall, saat itu anaknya mengajaknya makan di restoran. Si bapak mendengar suatu suara yg sungguh menakjubkan.. ramai… seru.. merdu… Penasaran dihampirilah suara itu… Tampaklah sebuah grup orkestra yg terdiri dr bermacam-macam  alat musik memainkan simponi yg merdu…

Apakah salah biolanya, jika gadis kecil memainkan musik yg menyakitkan. Bukan pula salah gadis kecil itu karena memang dia sedang belajar dan belum mampu.
Demikian pula dengan agama… tidak pernah ada agama yg salah… pun tidak ada penganutnya yg salah… yg ada hanyalah yg belum mampu… seperti gadis kecil tadi…

Dan jikalau semuanya bisa bersatu seperti simponi yg indah tadi… alangkah damainya dunia ini…

Cerita ini disadur dr cerita asli yg ditulis oleh tokoh Buddha yg luar biasa…… Ajahn Brahm.
Dikutip Kitahappy
=====

Hentikan Kota Dortmund mempromosikan tembakau di Indonesia!

Hentikan Kota Dortmund mempromosikan tembakau di Indonesia!

Hentikan Kota Dortmund mempromosikan tembakau di Indonesia!

Kota Dortmund mempromosikan pameran perdagangan rokok di Indonesia, di mana rokok dapat secara sah dijual kepada anak-anak. Kota ini memiliki Westfalenhallen Dortmund GmbH. Perusahaan ini mengatur pemeran perdagangan rokok Inter-tabac ASIA, yang untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia pada tanggal 27-28 Februari 2014. Kota Dortmund secara langsung mempromosikan rokok di negara di mana anak-anak tidak terlindungi dari bahaya merokok.

Oleh karena itu kami, Yosef Rabindanata Nugraha (22) dari Jakarta (Indonesia) dan Max Vollmer (27) dari Dortmund (Jerman), ingin kota Dortmund untuk membatalkan pameran perdagangan rokok Inter-tabac ASIA.

Mereka berhasil menjebak saya, Yosef (Indonesia) saat saya berusia 12 tahun. Saya sangat beruntung, saya berhasil berhenti merokok ketika saya berusia 19 tahun, tapi tidak untuk anak-anak seumuran saya. Saya tidak ingin Negara saya menjadi tujuan industri rokok dalam menjual produk mereka.

Saya, Max dari Kota Dortmund, sangat terkejut dengan keterlibatan yang tidak bertanggung jawab dari kampung halaman saya dalam bisnis rokok. Sampai sekarang walikota dan dewan kota tidak bersedia untuk mengubah situasi. Mereka lari dari tanggung jawab mereka untuk menginstruksikan Westhallenhallen untuk menghentikan pameran perdagangan rokok di Indonesia segera. Sangat sulit untuk melawan industri rokok global. Sekarang ini adalah pilihan yang efektif. Jika banyak orang menandatangani petisi ini, kota tidak dapat melakukan investasi terhadap kehendak warga negara mereka.

Kami menyerukan Ullrich Sierau, Walikota Dortmund untuk:

1. Menghentikan penyelenggaraan Inter-tabac ASIA

2. Memastikan bahwa Westfalenhallen Dortmund GmbH tidak lagi menyelenggarakan pertemuan terkait perdagangan rokok di Indonesia maupun negara-negara lainnya di dunia di masa yang akan datang.

3. Menjauhkan diri dari industri rokok, mengedepankan kesehatan di atas keuntungan perusahaan, baik di Indonesia maupun di Dortmund.

Tolong dukung kami untuk membuat kota Dortmund merubah keputusannya.Tanda tangani petisi kami sekarang. Petisi ini ditujukan kepada walikota Dortmund Ullrich Sierau dan ketua dewan pengawas dari Westfalenhallen Dortmund GmbH, Friedhelm Sohn. Tolong sampaikan link ke teman-teman dan kenalan:. www.change.org/dortmundkills  Tidak ada banyak waktu yang tersisa. Terima kasih, Yosef dan Max.

Website: www.dortmundkills.de

Facebook: www.facebook.de/dortmundkills

Max dan Yosef mendapatkan dukungan terhadap petisinya dari Campaign Dortmund Kills. Dortmund Kills diselenggarakan oleh Forum Rauchfrei (“Forum Bebas Asap Rokok”), Deutscher Jugendschutzverband (“Asosiasi Jerman untuk perlindungan remaja”), Indonesia Bebas RokokUnfairtobacco.org and Stiftung rauchfrei leben (“Foundation smokefree living”).

 —————————

Latar Belakang

Industri rokok menjadikan Negara-negara yang memiliki mayoritas penduduk berpenghasilan rendah dan menengah sebagai target pasar mereka. Jika industri rokok ini berhasil, konsekuensinya adalah populasi di Negara tersebut akan hancur dan angka kematikan akan meningkat secara dramatis.

Indonesia dianggap sebagai Negara yang “Ramah Rokok” dan sebagai pasar yang berkembang pesat untuk industri rokok. Indonesia adalah salah satu dari sedikit Negara di dunia dimana Industri rokok dapat melakukan apapun yang mereka inginkan. Hampir tidak ada perlindungan hukum untuk melindungi penduduk dari jeratan industri rokok. Peraturan yang lemah menyebabkan penjualan rokok terhadap anak-anak masih dilakukan industri rokok. Iklan rokok yang semakin massif menyebabkan meningkatnya prevalensi perokok anak berumur 13-15 tahun menjadi lebih dari 40%.

Konsumsi rokok juga merupakan masalah kemiskinan. Mengacu kepada WHO, perokok di Indonesia menghabiskan rata-rata 450 ribu rupiah per bulan untuk membeli rokok.  Konsumsi rokok berdampak langsung terhadap keadaan pangan. Mempromosikan penjualan rokok mengakibatkan kemiskinan!

1535601_678125275544067_336028661_n

#RESPECT Dr.A.P.J. Abdul Kalam

1479355_630580970339214_399795200_n

528694_483035228415401_1835075401_n

578134_618942828169695_1420514355_n

1003801_637822569574338_1431707942_n1460221_608321775898467_248358148_n

1468681_619054681491843_1164951565_n

1471924_623053814425263_214786735_n

the Winning entrepreneur

 

THE GIANT : NELSON MANDELA

RESPECT!

the GIANT : Nelson Mandela

 NELSON MANDELA

please, don’t tell anyone !

most adaptable to change

most adaptable to change

EXCELLENT TIPS BY WARREN BUFFET

MOVE UP !

MOVE UP !

“we are not poor at all”

5644_615926435104559_1176251240_nA poor man asked the Buddha, “Why am I so poor?”

The Buddha said, “you do not learn to give.”

So the poor man said, “If I’m not having anything?”

Buddha said: “You have a few things,

The Face, which can give a smile;

Mouth: you can praise or comfort others;

The Heart: it can open up to others;

Eyes: who can look the other with the eyes of goodness;

Body: which can be used to help others.”

So, actually we are not poor at all, poverty of spirit is the real poverty.

 

still it’s not a ‘HAPPY’ children’s day ?

Children’s Day
From Wikipedia, the free encyclopedia
Date : 20 November
Next time : 20 November 2013

Children’s Day is recognized on various days in many places around the world, to honor children globally. It was first proclaimed by the World Conference for the Well-being of Children in 1925 and then established universally in 1954 to protect an “appropriate” day. Major global variants include a Universal Children’s Day on November 20, by United Nations recommendation.

Children’s Day is often celebrated on other days as well. International Day for Protection of Children, observed in many countries as Children’s Day on June 1 since 1950, was established by the Women’s International Democratic Federation on its congress in Moscow (22 November 1949).

solve this !

Still it’s not a “HAPPY” Children’s Day After all…

solve this!

Real life stories :
Child slavery becomes world’s third popular problem

reference: THE UNITED NATIONS CONVENTION ON THE RIGHTS OF THE CHILD

JEMBATAN SELAT SUNDA

jembatan-selat-sunda

i imagine this billions dollars project become world’s first energy producing bridge