M O T I V A T I O N !

NEED SOME MOTIVATION ?

Advertisements

AYO BERGERAK !

Indonesia, negeri besar yang hendak melaju bak shinkansen tapi apa daya lokomotif nya masih  jaman Belanda. Mungkin itulah gambaran Indonesia pada saat ini, dimana pucuk pimpinan hendak melaju bak terbang sedangkan lokomotif sumber daya manusia dan nilai-nilai lama masih betah disandang oleh sebagian besar anak negeri. Nilai-nilai primordial seperti penajaman-penajaman pada nilai kebersamaan yang salah arah dan salah urus; yang mana telah ditunjukkan dengan telanjang kepada publik oleh beberapa institusi baik pemerintah maupun non pemerintah, semakin menunjukkan betapa kekanak-kanakannya para orang besar yang mengaku-aku patut mendapat status terhormat tersebut.

Perilaku one man show pun kerap dibawa ke pentas publik, yang semakin hari semakin mempertontonkan ketidaksiapan mental untuk dapat saling berbagi dan bekerjasama. Bukankah Indonesia TIDAK hanya ada untuk saat ini saja, Ia patut hadir di setiap naskah sejarah dunia dan semestinyalah patut tertulis dengan tinta emas!

Cukup ! Wahai yang diberi mandat, siapapun Anda, dimanapun posisi Anda, cukuplah berpikir Indonesia ‘baik-baik saja’. Tak tahukah kalian betapa rakyat negeri ini yang dengan tetap berpengharapan baik terus bertahan  hanya untuk hidup sehari-hari saja. Kita sedang ‘sakit’, sakit kronis yang lama hanya diberi obat ‘instant’ .

Cobalah turun ke pasar becek,ke desa yang diterpencilkan, ke kawasan kumuh yang biasanya sering disulap menjadi bak putri cantik hanya saat kunjungan kerja para petinggi negeri, lihatlah daerah pertanian dan perkebunan yang kini ditelantarkan lantaran sudah tak dapat menjadi tumpuan hidup, lihatlah juga wajah-wajah anak kecil yang gigih berjuang hanya untuk sampai ke sekolah ,hiruplah aroma pekerja pasar,buruh pabrik. Itulah Indonesia sejatinya. Ia dihidupi dari yang kecil, dari setiap gerak mereka Indonesia memulai fajarnya. Tanpa mereka, semua gerak Indonesia akan terasa kaku walaupun dengan  koreografi ekonomi mumpuni  dan didanai dengan beribu triliun sekalipun. Hingga akhirnya bukan tak mungkin, semua sendi kaku tadi akan benar-benar sakit. Ya, kita sedang sakit!

Dihidupi dari yang kecil ,Indonesia akan baik-baik saja, mendapat teman di pergaulan dunia,diakui sebagai negara dengan pluralisme yang terjaga secara alamiah; sudah sepatutnya pemerintah Indonesia mengalokasikan segenap daya upaya untuk memajukan yang kecil. Merekalah unit-unit mesin terkecil yang telah menjalankan lokomotif Indonesia dengan baik. Kini saatnya melakukan maintenance pada mereka; berilah subsidi yang tepat sasaran,permudah akses ke institusi permodalan, perluas pasar bagi produk mereka, berilah akses yang seluas-luasnya pada kesehatan,pendidikan, dan layanan publik lainnya. Niscaya, dari merekalah Indonesia akan melesat jauh melebihi shinkansen manapun di dunia.

AYO BERGERAK !

Ayo Nyoblos !

LISTEN TO YOUR HEART !

LISTEN TO YOUR HEART !

Hentikan Kota Dortmund mempromosikan tembakau di Indonesia!

Hentikan Kota Dortmund mempromosikan tembakau di Indonesia!

Hentikan Kota Dortmund mempromosikan tembakau di Indonesia!

Kota Dortmund mempromosikan pameran perdagangan rokok di Indonesia, di mana rokok dapat secara sah dijual kepada anak-anak. Kota ini memiliki Westfalenhallen Dortmund GmbH. Perusahaan ini mengatur pemeran perdagangan rokok Inter-tabac ASIA, yang untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia pada tanggal 27-28 Februari 2014. Kota Dortmund secara langsung mempromosikan rokok di negara di mana anak-anak tidak terlindungi dari bahaya merokok.

Oleh karena itu kami, Yosef Rabindanata Nugraha (22) dari Jakarta (Indonesia) dan Max Vollmer (27) dari Dortmund (Jerman), ingin kota Dortmund untuk membatalkan pameran perdagangan rokok Inter-tabac ASIA.

Mereka berhasil menjebak saya, Yosef (Indonesia) saat saya berusia 12 tahun. Saya sangat beruntung, saya berhasil berhenti merokok ketika saya berusia 19 tahun, tapi tidak untuk anak-anak seumuran saya. Saya tidak ingin Negara saya menjadi tujuan industri rokok dalam menjual produk mereka.

Saya, Max dari Kota Dortmund, sangat terkejut dengan keterlibatan yang tidak bertanggung jawab dari kampung halaman saya dalam bisnis rokok. Sampai sekarang walikota dan dewan kota tidak bersedia untuk mengubah situasi. Mereka lari dari tanggung jawab mereka untuk menginstruksikan Westhallenhallen untuk menghentikan pameran perdagangan rokok di Indonesia segera. Sangat sulit untuk melawan industri rokok global. Sekarang ini adalah pilihan yang efektif. Jika banyak orang menandatangani petisi ini, kota tidak dapat melakukan investasi terhadap kehendak warga negara mereka.

Kami menyerukan Ullrich Sierau, Walikota Dortmund untuk:

1. Menghentikan penyelenggaraan Inter-tabac ASIA

2. Memastikan bahwa Westfalenhallen Dortmund GmbH tidak lagi menyelenggarakan pertemuan terkait perdagangan rokok di Indonesia maupun negara-negara lainnya di dunia di masa yang akan datang.

3. Menjauhkan diri dari industri rokok, mengedepankan kesehatan di atas keuntungan perusahaan, baik di Indonesia maupun di Dortmund.

Tolong dukung kami untuk membuat kota Dortmund merubah keputusannya.Tanda tangani petisi kami sekarang. Petisi ini ditujukan kepada walikota Dortmund Ullrich Sierau dan ketua dewan pengawas dari Westfalenhallen Dortmund GmbH, Friedhelm Sohn. Tolong sampaikan link ke teman-teman dan kenalan:. www.change.org/dortmundkills  Tidak ada banyak waktu yang tersisa. Terima kasih, Yosef dan Max.

Website: www.dortmundkills.de

Facebook: www.facebook.de/dortmundkills

Max dan Yosef mendapatkan dukungan terhadap petisinya dari Campaign Dortmund Kills. Dortmund Kills diselenggarakan oleh Forum Rauchfrei (“Forum Bebas Asap Rokok”), Deutscher Jugendschutzverband (“Asosiasi Jerman untuk perlindungan remaja”), Indonesia Bebas RokokUnfairtobacco.org and Stiftung rauchfrei leben (“Foundation smokefree living”).

 —————————

Latar Belakang

Industri rokok menjadikan Negara-negara yang memiliki mayoritas penduduk berpenghasilan rendah dan menengah sebagai target pasar mereka. Jika industri rokok ini berhasil, konsekuensinya adalah populasi di Negara tersebut akan hancur dan angka kematikan akan meningkat secara dramatis.

Indonesia dianggap sebagai Negara yang “Ramah Rokok” dan sebagai pasar yang berkembang pesat untuk industri rokok. Indonesia adalah salah satu dari sedikit Negara di dunia dimana Industri rokok dapat melakukan apapun yang mereka inginkan. Hampir tidak ada perlindungan hukum untuk melindungi penduduk dari jeratan industri rokok. Peraturan yang lemah menyebabkan penjualan rokok terhadap anak-anak masih dilakukan industri rokok. Iklan rokok yang semakin massif menyebabkan meningkatnya prevalensi perokok anak berumur 13-15 tahun menjadi lebih dari 40%.

Konsumsi rokok juga merupakan masalah kemiskinan. Mengacu kepada WHO, perokok di Indonesia menghabiskan rata-rata 450 ribu rupiah per bulan untuk membeli rokok.  Konsumsi rokok berdampak langsung terhadap keadaan pangan. Mempromosikan penjualan rokok mengakibatkan kemiskinan!

1535601_678125275544067_336028661_n

Aiyaaa! – JK feat. Jokowi, Abraham Samad, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Najwa 

sepotong cerita sehabis malam tahun baru

we are not poor at all

we are not poor at all

Pagi itu , saat sang surya masih terlelap dalam selimut kabut pagi yang dirajut oleh hujan semalam, sang fajar pun seperti nya enggan membangunkan ayam jantan; Paijo seperti biasanya sudah bersiap keluar dari bilik nya. Entah kenapa pagi itu ia bangun dengan segarnya seakan hendak menyongsong rejeki besarnya hari ini. Dengan sigap diraih nya bakul dan pengais nya yang digantung di dinding anyaman bambu bilik seadanya.

Sejenak ditolehnya Ainun, putri nya , yang masih tertidur berselimutkan sarung lusuh istrinya;menggulung badan mungilnya seperi kucing tidur. Terbesit dalam benaknya , ah  ..semoga rejeki ku baik hari ini.. diam-diam dia tersenyum sendiri. Sangat jelas ia menyembunyikan sebuah kejutan besar buat bidadari nya.

Istrinya yang sudah ia ‘nikahi’, tepatnya sudah hidup bersamanya sejak pergi dari kampung halaman mereka, sekitar 3 tahun lalu, menyibukkan kedua tangannya dengan menghidupkan pengapian kecil di sudut bilik kecil itu. Entah apa yang ada di pikirannya, hendak mengusir dingin fajar jahanam ,atau hendak memasak sesuatu buat meredam suara-suara mengganggu dari  perutnya. Paijo, tak banyak menanyakan kepada Inah sang istri yang tetap setia menemaninya selama ini. Padahal sepengetahuan Paijo, kendi beras sudah lama tidak pernah terisi barang seperempatnya saja, pun kaleng penyimpanan kopi dan gula sudah lama sekali teronggok di lantai tanah; malahan sering ditendang-tendang Ainun putrinya yang baru mulai bisa belajar jalan. Ah.. istriku, aku lelaki yang beruntung, jerit hatinya tertahan.

Dengan langkah cepat bak sedang dikejar kamtib, Paijo tergesa mengejar truk pengangkut sayur yang saban fajar melintas dekat pemukimannya. Hoop.. sekali tangan kekarnya mengelayut ke pintu belakang truk, dan dalam sekejap ia sudah berada di dalam truk tersebut. Si sopir sudah paham dengan kebiasaan Paijo itu. Ia adalah sopir angkutan sayur yang setiap fajar mengantar sayur ke pasar induk di kota besar ini.

Udara masih sangat dingin fajar itu, namun tak sebatang puntung rokok pun dapat ditemui Paijo di jalanan sekedar untuk menghangatkan badannya. Dengan tekun dipungutinya kaleng-kaleng dan plastik-plasik botol sampah dari pesta besar akhir tahun semalam di sekitaran taman kota, di setiap lorong yang dia lewati. Seperti nya tangan dan pengais Paijo dilengkapi sensor yang canggih, sebelum kokokan ayam jantan terdengar , bakul nya hampir terisi penuh dengan sampah-sampah. Melengos ke belakang, Paijo melirik bahwa bakulnya hampir penuh, maka dengan riang nya ia bersiul. Entah lagu apa yang di’siul’kan nya, mungkin sepotong kenangan dari tanah asalnya. Sambil melepas lelah Paijo bersandar pada bakulnya duduk ditengah gundukan tanah bekas galian kabel telepon. Ia termenung sekaligus takjub, tak biasanya sepagi itu bakul nya hampir tumpah isinya.

Jalanan masih sangat lengang pagi itu, serasa ia adalah satu-satunya penghuni kota sebesar ini. Sangat beda dari hari-hari biasa saat Paijo dan teman seprofesinya yang harus setiap saat awas matanya sambil mengais rejeki. Apa yang mereka takutkan tak tampak walau hanya bayangan nya saja. Ya.. petugas kamtib tentunya.

Sambil melamun, pandangan nya tertumbuk pada sesuatu benda dengan terang menyala berwarna kuning terapung-apung di sebuah legokan lubang jalan  yang terisi air hujan. Mendekat lah Paijo, oh ternyata itu adalah bebek-bebekan karet dengan warna kuning menyala. Diraihnya benda kecil dari karet itu, tett, terdengar bunyi dari benda itu. Paijo tergelak dibuatnya, hatinya menari-nari dipenuhi kegembiraan. Ini pasti akan menjadi kejutan buat Ainun bisiknya. Dimasukkannya bebek-bebekan itu ke dalam kantung celananya.

Tak sabar Paijo hendak pulang ke bilik nya. Setengah berlari ia terus menyusuri jalanan sepi kota pagi itu. Plash, plash , genangan air dilibasnya bak pelari, sesekali  ia memegangi kantung celananya, khawatir bebek-bebekan nya jatuh. Untunglah semalam kantung celana itu sudah ditambal  Inah.

Selemparan batu dari biliknya, Paijo seolah hendak terbang segera menemui Ainun anak semata wayangnya. Memang Ainun bukan anak satu-satunya pasangan Paijo dan Inah, dua kakak Ainun sudah tiada sebelum mereka sempat belajar merangkak,entah terserang penyakit apa keduanya hampir berurutan meninggal dunia;sedangkan adik laki-laki Ainun belum sempat diberikan nama oleh mereka. Inah mengalami kelahiran prematur dini saat usia hehamilannya belum menginjak enam bulan.

Matahari sudah mampir di atas kepala saat Paijo masuk ke biliknya. Dilemparnya bakul rejekinya ke tanah; matanya mengelilingi setiap sudut bilik itu mencari sosok mungil putri satu-satunya. Namun sosok Ainun tak ditemukannya pun istrinya. Arang kayu bekas pengapian yang tadi pagi istrinya nyalakan sudah tak mengeluarkan asap lagi pun arang nya sudah dingin.

Sambil memegang bebekan karet Paijo lari keluar biliknya meneriakkan nama anaknya. “Ainun, dimana kamu, ini Bapak bawa in kamu mainan”. Tak terasa Paijo sudah berada di luar daerah pemukiman nya. Terlihat iring-iringan teman Paijo, ada Tarman kribo dari Banyuwangi, Si jambang dari Sidoarjo,Bujang dari Palembang,dan banyak lagi yang Paijo kenal hanya tampang nya namun tidak tahu nama dan asal-usulnya, dan juga beberapa perempuan seumuran Inah ’istri’ dari teman –teman seprofesinya tersebut , ah ternyata Inah juga ada diantara mereka.

“Inah.. Inah.. “,teriak Paijo sekencang nya, sambil melambai-lambaikan bebek-bebekan karet di udara. Namun semakin dekat , tak terlihat Inah bersama dengan Ainun anak mereka. Inah tampak menerawang menatap hampa di terik nya siang itu. Sarungnya kotor terkena bekas lumpur tanah liat yang mulai mengering. Begitu juga beberapa laki-laki teman Paijo dan perempuan-perempuan itu. “Mana Ainun ?”, tanya nya. “Mana bidadari kecil kita?” . Sarjo yang teman seasal dengan Paijo memeluk Paijo dengan eratnya, “ anak mu baru saja kami kuburkan  tadi. Iklaskan lah dia “. Saidah istri Sarjo memapah tubuh Inah yang hampir oleng masuk ke bilik nya. Tercekat tak bisa berkata-kata, Paijo matanya nanar-liar bak kemasukan setan, berlarian tak tentu arah mencari anaknya Ainun, tangannya masih erat menggenggam bebekan karet tersebut sambil sesekali dibunyikan nya tett..tett.teett. Teman Paijo terenyuh melihat kelakuan nya yang di luar batas normal untuk ukuran orang biasa. Normal? Orang biasa? Apakah Paijo dan mereka di sini masih bisa di golongkan sebagai manusia biasa yang layak hidup normal seperti kebanyakan dari Anda?

(sepotong cerita sehabis malam tahun baru; SUATU TEMPAT, SUATU MASA)

Repost dari blog 

too GOOD to be TRUE ; MOSTLY TRUEST : OUR HEROES

PROCLAMATION

We, the people of Indonesia, hereby declare the independence of Indonesia.

Matters which concern the transfer of power and other things will be executed by careful means and in the shortest possible time.

Djakarta, 17 August 1945

In the name of the people of Indonesia,

[signed] Soekarno—Hatta

(Translation by the Ministry of Foreign Affairs, October 1948)[13]

CLICK TO HONOUR THEM

PIDATO BUNG TOMO PADA PERTEMPURAN SURABAYA

NOTE : this post publish to honour our heroes in the past who struggled for defending Indonesia’s Independence , there is no political issues made on purpose in this post or its links.

JEMBATAN SELAT SUNDA

jembatan-selat-sunda

i imagine this billions dollars project become world’s first energy producing bridge

KEY TO S U C C E S S

KEY TO SUCCESS

KEY TO SUCCESS